<p><strong>DALUNG (11/12/2025)</strong> - Keindahan dan kearifan lokal kembali memancarkan pesonanya dalam Festival Budaya Desa Adat Padang Luwih IV, yang digelar dengan meriah pada tahun ini. Penjor sebagai simbol kemakmuran, rasa syukur, dan kedamaian menjadi daya tarik utama yang menghiasi setiap sudut Desa Adat Padang Luwih, memperkuat identitas budaya yang diwariskan secara turun-temurun. Sejak pagi, para krama banjar, yowana antusias mengikuti proses pemasangan penjor. Setiap penjor dihias dengan kreativitas unik, memadukan unsur tradisi dengan sentuhan estetika yang memanjakan mata. Bentuk lekuk, susunan sampian, hingga ornamen janur kuning yang menjuntai memberikan nuansa sakral sekaligus artistik.</p> <p> </p> <p>Bendesa Adat Padang Luwih I Ketut Adi Ardana, S.E.,  menuturkan bahwa keberadaan penjor bukan hanya sekadar hiasan seremonial, tetapi juga menjadi simbol kesucian dan rasa bhakti kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa. <em><strong>“Penjor itu adalah identitas budaya. Melalui festival ini, kami ingin generasi muda memahami maknanya dan terlibat langsung dalam pelestarian tradisi,”</strong></em> ujarnya. Diwawancarai di lokasi pemasangan penjor, Pengunjung bernama Agus Prawira yang hadir pun mengaku terpesona dengan deretan enam penjor besar yang berdiri megah. <em><strong>“Penjornya indah sekali, suasananya jadi sangat Bali dan sangat meriah. Festival ini benar-benar memberi energi positif, ”</strong></em> ujar salah satu warga yang datang bersama keluarganya.</p> <p> </p> <p>Dengan menghadirkan penjor sebagai ikon utama, Festival Budaya Desa Adat Padang Luwih IV tidak hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga perayaan jati diri budaya yang terus dijaga dan diwariskan. Pesona enam penjor besar  di Desa Adat Padang Luwih pun menjadi bukti bahwa tradisi tetap hidup, tumbuh, dan memberi makna di tengah masyarakat.</p> <p> </p> <p><strong>(KIMDLG-001).</strong></p>
Enam Penjor Besar Hiasi Festival Budaya Desa Adat Padang Luwih IV di Desa Adat Padang Luwih, Dalung
11 Dec 2025